Ragom.id — Aksi kekerasan antar pelajar kembali terjadi di Kota Bandar Lampung. Seorang pelajar kelas 1 SMP bernama harus dilarikan ke rumah sakit setelah diduga menjadi korban pengeroyokan dan penusukan oleh teman sebayanya.
Peristiwa tersebut diketahui terjadi di luar lingkungan sekolah saat jam pulang sekolah. Korban sempat pulang ke rumah sebelum akhirnya keluarga menyadari kondisi serius yang dialaminya.
Kerabat korban, Rini, mengatakan awalnya pihak keluarga mengira hal tersebut hanya bercanda ketika korban mengeluh kesakitan. Namun setelah diperiksa, ditemukan luka tusuk di bagian perut korban.
“Pas dilihat, bagian perutnya sudah berdarah. Ada dua luka tusuk,” ujar Rini.
Melihat kondisi anaknya, ayah korban langsung membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Saat ini korban dilaporkan telah sadar dan bisa berkomunikasi.
Kasus tersebut menambah daftar kekerasan di kalangan pelajar yang belakangan menjadi perhatian di Bandar Lampung. Sebelumnya, sempat beredar laporan adanya siswa SMP 44 yang kedapatan membawa senjata tajam.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Bandar Lampung menegaskan bahwa Pemerintah Kota telah menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk menelusuri dan menangani persoalan tersebut secara serius.
“Kejadian seperti ini tidak boleh terjadi lagi. Satgas kita juga sedang berjalan,” tegas Wali Kota.
Ia juga meminta pihak sekolah meningkatkan pengawasan terhadap para siswa guna mencegah aksi kekerasan serupa terulang kembali.
Selain itu, Wali Kota mengimbau kepala sekolah dan para guru untuk memperketat aturan di lingkungan sekolah, termasuk membatasi penggunaan telepon genggam saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Pihak berwenang saat ini masih melakukan pendalaman terkait motif dan kronologi penusukan yang dialami korban.






