Ragom.id – Tim SAR Gabungan berhasil menemukan satu korban tenggelamnya Kapal Motor (KM) Arof yang mengalami kecelakaan di perairan Muara Kuala Penet, Kabupaten Lampung Timur. Korban bernama Suarna (45), anak buah kapal (ABK) asal Cirebon, Jawa Barat, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari keempat operasi pencarian, Rabu (18/6/2026).
Korban ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB di bibir Pantai Way Kambas pada koordinat 4°58’25.38″ LS dan 105°55’40.98″ BT atau sekitar lima mil laut dari lokasi kejadian. Penemuan tersebut berawal dari laporan nelayan setempat yang melihat sesosok mayat terdampar di kawasan pantai.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung melalui Komandan Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, mengatakan setelah menerima laporan, Tim SAR Gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan verifikasi.
“Setelah dipastikan identitasnya, korban kemudian dievakuasi menuju Puskesmas Labuhan Maringgai untuk proses penanganan lebih lanjut,” ujar Rezie.
Pada hari keempat operasi, Tim SAR Gabungan memulai pencarian dengan menggelar briefing dan membagi area pencarian menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). Pencarian dilakukan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 milik Kantor SAR Lampung dan satu unit perahu nelayan.
Selain menyisir area sekitar lokasi kejadian, tim juga memperluas jangkauan pencarian sesuai rencana operasi yang telah disusun. Namun, upaya tersebut sempat terkendala cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi yang terjadi pada siang hari.
Akibat kondisi tersebut, operasi pencarian sementara dihentikan dan tim melakukan pemantauan dari Pos Polairud Lampung Timur hingga cuaca kembali memungkinkan untuk melanjutkan pencarian.
Hingga pukul 17.00 WIB, Tim SAR Gabungan tercatat telah menyisir area seluas sekitar 50 mil laut. Dari dua korban yang sebelumnya masih dinyatakan hilang, satu korban berhasil ditemukan meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih belum ditemukan.
Korban yang masih dalam pencarian adalah Tarno (50), nahkoda KM Arof asal Cirebon. Tim SAR Gabungan berencana melanjutkan pencarian pada Kamis (19/6/2026) mulai pukul 07.00 WIB.
Sebelumnya, pada hari ketiga operasi pencarian, tim telah melakukan penyisiran hingga radius sekitar 55 mil laut dengan melibatkan dua SRU. Upaya pencarian juga diperkuat melalui koordinasi dan penyebaran informasi kepada Vessel Traffic Service (VTS) Panjang dan VTS Merak, namun belum membuahkan hasil.
Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Pos SAR Bakauheni, Polairud Polda Lampung, Polairud Lampung Timur, TNI AL Labuhan Maringgai, Bakamla, BPBD Lampung Timur, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Puskesmas Labuhan Maringgai, keluarga korban, serta nelayan setempat.
“Pencarian terhadap korban yang masih hilang akan kembali dilanjutkan dengan harapan korban segera dapat ditemukan,” tutup Rezie. (***)






