Ragom.id – Hari-hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru diwarnai dengan peninjauan langsung (on the spot) pelaksanaan program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung bersama Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) dan Walikota Bandar Lampung turun langsung ke sejumlah sekolah untuk memastikan kelancaran dan kualitas program tersebut.
Kajati Lampung menegaskan bahwa monitoring ini merupakan bentuk pengawalan ketat terhadap instruksi Presiden dan Jaksa Agung. Pihaknya ingin memastikan setiap porsi makanan yang diterima siswa memenuhi standar yang ditetapkan.
“Tujuannya untuk memastikan program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis ini dapat terselenggara secara tepat sasaran, sukses, dan bermanfaat semaksimal mungkin untuk anak-anak kita tercinta,” ujar Kajati saat memberikan keterangan kepada awak media di sela-sela peninjauan.
Lebih lanjut, Kajati mengungkapkan bahwa pemantauan ini tidak akan berhenti di satu titik. Sehari sebelumnya, peninjauan serupa juga telah dilakukan bersama Gubernur Lampung. Ke depannya, jajaran Forkopimda berencana melakukan roadshow ke seluruh wilayah di Provinsi Lampung.
“Pemerintah dan kejaksaan sebagai mitra strategis turun langsung untuk membuktikan bahwa program ini berjalan dengan baik, sekaligus menegaskan bahwa negara hadir di tengah masyarakat,” tegasnya.
Kualitas Makanan Melebihi Ekspektasi dan Libatkan Kantin Sekolah
Senada dengan Kajati, Walikota Bandar Lampung turut membagikan pengalamannya saat mengecek langsung porsi makan siang yang dibagikan kepada para siswa. Ia secara langsung mencicipi makanan tersebut dan mengaku kualitas serta rasanya sangat memuaskan.
“Di luar dugaan, ternyata setelah kita cicip tadi, makanannya banyak yang enak. Ke depannya, ini tinggal memperkuat koordinasinya saja,” ungkap Walikota yang akrab disapa Bunda tersebut.
Walikota optimistis dengan adanya sinergi lintas instansi yang solid—melibatkan Pemerintah Daerah, Kejaksaan, Kepolisian, hingga TNI—kualitas MBG akan terus terjaga secara konsisten. Ia juga menepis kekhawatiran terkait standar kelayakan makanan yang dibagikan kepada siswa.
“Kalau koordinasi sudah dilakukan dengan baik, apalagi pemerintah, jaksa, polisi, dan TNI ikut turun langsung, insyaallah sudah tidak ada lagi cerita makanan tidak enak, kurang gizi, atau tidak layak,” tambahnya.
Sebagai langkah positif dalam pemberdayaan ekonomi lokal, penyediaan program Makan Bergizi Gratis ini juga mulai merangkul kantin-kantin yang berada di lingkungan sekolah. Diharapkan, selain meningkatkan gizi anak, program ini juga mampu memberikan efek ganda (multiplier effect) bagi roda perekonomian di tingkat sekolah.






