Ragom.id — Pemerintah Kota Bandar Lampung terus berupaya melestarikan kuliner tradisional sebagai bagian dari warisan budaya daerah. Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana saat menghadiri perlombaan masakan tradisional dan jajanan pasar dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-344 Kota Bandar Lampung.
Dalam sambutannya, Eva Dwiana mengajak masyarakat untuk menjaga keberadaan makanan tradisional yang mulai sulit ditemukan. Menurutnya, sebagai ibu kota Provinsi Lampung, Bandar Lampung memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan kekayaan kuliner lokal agar tetap dikenal oleh generasi mendatang.
“Jajanan pasar dan makanan tradisional harus kita lestarikan. Sekarang banyak yang mulai sulit ditemukan. Sebagai ibu kota provinsi, kita harus menjaga warisan kuliner ini agar tidak hilang,” ujar Eva Dwiana.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya, Pemerintah Kota Bandar Lampung juga berencana kembali mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Setelah sebelumnya berhasil memecahkan rekor penyajian Sekubal, Pemkot mewacanakan pembuatan makanan tradisional berukuran raksasa, seperti kue putu atau nasi uduk terbesar, yang dapat dinikmati bersama masyarakat.
Menurut Eva, kegiatan tersebut bukan sekadar mengejar rekor, melainkan menjadi sarana memperkenalkan kembali kuliner tradisional kepada masyarakat sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya daerah.
Pada kesempatan itu, Eva Dwiana juga mengingatkan bahwa perlombaan yang digelar bukan semata-mata untuk mencari pemenang, tetapi menjadi ajang mempererat silaturahmi dan kebersamaan. Ia berharap seluruh peserta terus menjaga semangat gotong royong serta bersama-sama melestarikan kekayaan kuliner tradisional Bandar Lampung.






