Ragom.id – Sepekan setelah rumahnya hangus terbakar, Salim, warga Jalan Cendrawasih, Kelurahan Gedong Air, Kecamatan Tanjungkarang Barat, mulai bangkit menata kembali kehidupannya. Dukungan warga dan berbagai elemen masyarakat menjadi semangat baru bagi pria yang kehilangan rumah beserta seluruh isinya akibat musibah tersebut.
Pada Rabu (5/8/2026), Salim menerima bantuan berupa donasi yang dihimpun Kelurahan Gedong Air bersama Tim Penggerak PKK, kader Posyandu, kader KB, Relawan Sapa, Komunitas Senam Pesona Indah, serta masyarakat sekitar. Donasi yang terkumpul mencapai sekitar Rp5 juta.
Salim mengaku bersyukur atas kepedulian yang diberikan warga. Menurutnya, bantuan tersebut akan digunakan sebagai modal awal untuk membangun kembali rumah yang terbakar.
“Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih. Bantuan ini sangat membantu untuk meringankan beban saya, terutama nanti untuk membeli bahan-bahan bangunan,” ujarnya.
Salim menceritakan, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Saat kejadian, ia baru kembali dari membeli nasi di warung yang berjarak tidak jauh dari rumah. Ketika pulang sekitar lima menit kemudian, api sudah terlihat membakar bagian plafon.
“Sama sekali tidak ada bau hangus atau tanda-tanda api. Begitu saya pulang, api sudah terlihat dari bagian atas plafon,” kenangnya.
Ia sempat berusaha memadamkan api menggunakan selang air. Namun kobaran api dengan cepat membesar hingga menembus atap rumah.
“Saya mau ambil selang air, tapi waktu sampai belakang api sudah keluar dari genteng. Saya pikir sudah tidak ada harapan lagi. Akhirnya saya hanya fokus menyelamatkan kendaraan,” katanya.
Akibat peristiwa tersebut, rumah beserta seluruh perabotan habis terbakar. Tiga ekor kucing peliharaan Salim juga tidak berhasil diselamatkan. Saat ini ia untuk sementara tinggal di rumah adiknya yang berada di belakang lokasi kebakaran.
Lurah Gedong Air, Fajar Muntoni, mengatakan musibah tersebut menjadi perhatian seluruh warga. Sejak malam kejadian, Linmas, pamong, ketua RT, pihak kelurahan hingga kecamatan bergotong royong membantu penanganan kebakaran dan membersihkan puing bangunan.
“Pada hari Jumat setelah kejadian, warga RT 5 melaksanakan gotong royong membersihkan sisa kebakaran. Alhamdulillah, sekitar lima mobil puing berhasil diangkut sehingga lokasi sudah jauh lebih bersih,” kata Fajar.
Menurutnya, kondisi rumah korban sangat memprihatinkan karena api menghanguskan bangunan dalam waktu kurang dari 30 menit. Hampir tidak ada barang yang berhasil diselamatkan.
“Korban hanya sempat menyelamatkan pakaian yang melekat di badan. Seluruh perkakas rumah tangga habis terbakar. Karena itu kami bersama TP PKK, kader Posyandu, kader KB, relawan, dan masyarakat berinisiatif menggalang donasi sebagai bentuk kepedulian,” jelasnya.
Selain menghimpun bantuan masyarakat, pihak kelurahan juga telah mengusulkan bantuan kepada Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Dinas Sosial. Saat ini proses administrasi masih dilengkapi agar bantuan lanjutan dapat segera direalisasikan.
“Kami ingin memastikan korban tidak menghadapi musibah ini sendirian. Semoga bantuan yang sudah terkumpul bisa sedikit meringankan beban beliau sambil menunggu bantuan dari pemerintah,” pungkas Fajar.






