Ragom.id, BANDAR LAMPUNG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung bersama Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Lampung melakukan pengecekan kawasan pesisir sekaligus memberikan edukasi kepada nelayan dan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob.
Langkah tersebut dilakukan menyusul potensi pasang maksimum air laut yang dapat terjadi seiring fenomena bulan baru. Kondisi ini berpotensi meningkatkan ketinggian air laut dan memicu banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Kota Bandar Lampung.
Dalam kegiatan tersebut, BPBD bersama HNSI menyusuri dan mengecek kondisi kawasan pesisir untuk memantau situasi sekaligus menyampaikan imbauan kepada nelayan dan warga yang tinggal di sekitar pantai.
Edukasi diberikan agar masyarakat memahami potensi ancaman pasang air laut, terutama bagi warga yang bermukim di dataran rendah dan kawasan yang selama ini rawan terdampak banjir rob.
Nelayan juga diingatkan untuk memperhatikan kondisi cuaca dan perairan sebelum melaut, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi laut yang dapat membahayakan keselamatan.
Selain itu, masyarakat pesisir diimbau mengamankan barang-barang penting dan peralatan melaut apabila air laut mulai naik. Warga juga diminta memantau informasi resmi dari BMKG dan BPBD serta segera melaporkan apabila terjadi genangan atau kondisi darurat.
Sinergi BPBD dan HNSI Lampung ini menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana melalui edukasi langsung kepada masyarakat. Dengan pemantauan kawasan pesisir dan penyampaian informasi sejak dini, dampak yang ditimbulkan akibat potensi banjir rob diharapkan dapat diminimalkan.
Masyarakat di wilayah pesisir Bandar Lampung diharapkan tidak mengabaikan peringatan terkait pasang maksimum air laut, khususnya pada periode yang dipengaruhi fenomena bulan baru. Kewaspadaan bersama diperlukan untuk mengurangi risiko serta menjaga keselamatan warga dan nelayan.






