Penggunaan “Tisu Magic” saat Olahraga Dinilai Berbahaya, Ini Penjelasan Medisnya

Ragom.id – penggunaan tisu pembersih khusus pria atau yang dikenal sebagai “tisu magic” sebagai pengganti pereda nyeri saat berolahraga menjadi perhatian karena dinilai berisiko dan tidak sesuai peruntukannya.

Sejumlah anggapan menyebut kandungan anestesi lokal seperti benzocaine atau lidocaine dalam produk tersebut dapat mengurangi rasa sakit pada otot cedera. Namun secara medis, efek kebas yang ditimbulkan hanya bersifat sementara dan tidak mengatasi sumber cedera.

Tenaga kesehatan menegaskan bahwa rasa nyeri merupakan sinyal alami tubuh saat terjadi gangguan pada jaringan otot. Jika rasa sakit ditutupi dan aktivitas fisik tetap dipaksakan, kondisi cedera berpotensi menjadi lebih parah.

Selain itu, kandungan alkohol dan bahan kimia dalam tisu tersebut tidak dirancang untuk digunakan pada kulit yang berkeringat saat olahraga. Penggunaan yang tidak tepat dapat memicu iritasi, dermatitis, hingga rasa terbakar pada kulit.

Sejumlah referensi medis mendukung hal tersebut. American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS) menegaskan bahwa nyeri merupakan indikator penting dalam diagnosis cedera dan tidak boleh diabaikan. Sementara itu, Mayo Clinic menyebut penggunaan anestesi topikal hanya diperuntukkan sesuai indikasi medis tertentu dan bukan untuk menutupi cedera otot akibat aktivitas fisik. National Health Service (NHS) juga mengingatkan risiko iritasi kulit akibat penggunaan produk berbahan kimia pada kondisi kulit yang tidak sesuai.

Sebagai penanganan awal cedera ringan, masyarakat dianjurkan menerapkan metode RICE, yakni istirahat, kompres es, pembebatan, dan meninggikan area cedera. Jika keluhan berlanjut, pemeriksaan oleh tenaga medis atau fisioterapis menjadi langkah yang disarankan.

Edukasi terkait penggunaan produk sesuai fungsi dinilai penting agar masyarakat terhindar dari risiko kesehatan, khususnya dalam aktivitas olahraga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *