Ragom.id – Program Sekolah Rakyat difokuskan untuk menjangkau anak-anak dari keluarga tidak mampu, termasuk anak jalanan dan mereka yang putus sekolah.
Berbeda dengan sekolah pada umumnya, program ini tidak membuka pendaftaran secara luas. Pemerintah menggunakan pendekatan penjangkauan aktif berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.
“Yang ada adalah penjangkauan. Kita tidak membuka pendaftaran,” kata narasumber.
Melalui pendekatan ini, pemerintah secara langsung mengidentifikasi anak-anak usia sekolah yang belum mendapatkan akses pendidikan, kemudian melakukan asesmen sebelum mereka diterima.
Tak hanya menyasar anak, program ini juga melibatkan orang tua. Sebelum anak mengikuti kegiatan belajar, orang tua diajak berdiskusi untuk memastikan kesesuaian data dan mendapatkan pemahaman terkait program.
Sekolah Rakyat menjadi bagian dari strategi pengentasan kemiskinan sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 8. Program ini terintegrasi dengan berbagai bantuan pemerintah.
Orang tua siswa akan didorong mendapatkan berbagai intervensi, mulai dari bantuan sosial, jaminan kesehatan nasional, hingga pemberdayaan ekonomi melalui Koperasi Merah Putih.
Melalui pendekatan terpadu ini, pemerintah berharap dapat memutus rantai kemiskinan dengan meningkatkan kualitas pendidikan anak sekaligus kemandirian ekonomi keluarga.






