Ragom.id – Mimpi Cristiano Ronaldo membawa Al Nassr meraih gelar internasional pertama harus berakhir pahit. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Al-Awwal Park, Riyadh, Al Nassr secara mengejutkan kalah 0-1 dari wakil Jepang, Gamba Osaka, dalam laga krusial Asian Champions League Two.
Kekalahan tersebut menjadi pukulan besar bagi skuad asuhan Luis Castro yang sebelumnya tampil dominan sepanjang pertandingan. Namun, dominasi penguasaan bola dan tekanan terus-menerus ke lini pertahanan lawan gagal dikonversi menjadi gol.
Secara statistik, Al Nassr mengendalikan jalannya laga sejak menit awal. Cristiano Ronaldo dan rekan-rekannya terus menggempur pertahanan Gamba Osaka melalui kombinasi serangan cepat dan penguasaan bola yang tinggi.
Meski demikian, disiplin pertahanan Gamba Osaka menjadi pembeda utama dalam pertandingan ini. Klub asal Jepang tersebut menerapkan skema pertahanan rapat atau low block yang membuat lini serang Al Nassr kesulitan menemukan ruang tembak ideal di area kotak penalti.
Petaka bagi tuan rumah datang melalui satu serangan efektif tim tamu. Striker Gamba Osaka, Denniz Hummet, sukses mencetak gol tunggal kemenangan setelah memanfaatkan celah di lini belakang Al Nassr yang terlalu fokus menyerang.
Gol tersebut sekaligus membuktikan efektivitas strategi serangan balik cepat yang diterapkan wakil Jepang. Di tengah dominasi Al Nassr, Gamba Osaka tampil lebih efisien dalam memanfaatkan peluang.
Kekalahan ini membuat Al Nassr gagal juara di kompetisi ACL Two musim ini dan sekaligus memupus harapan Cristiano Ronaldo mengangkat trofi kontinental bersama klub asal Arab Saudi tersebut.
Meski demikian, peluang Al Nassr untuk meraih gelar musim ini belum sepenuhnya tertutup. Fokus kini beralih ke Saudi Pro League yang hanya menyisakan dua pertandingan penting.
Dua laga tersisa tersebut akan menjadi penentu peluang Al Nassr dalam perebutan gelar domestik sekaligus pembuktian mentalitas tim setelah gagal juara di kompetisi Asia.
Bagi Cristiano Ronaldo, sisa musim ini menjadi momentum penting untuk menjawab ekspektasi besar publik Riyadh yang masih berharap sang megabintang mampu mempersembahkan trofi juara bagi Faris Najd.






