Ragom.id – Brighton & Hove Albion tampil dominan saat membungkam Chelsea dengan skor telak 3-0 dalam lanjutan Liga Inggris. Sepanjang pertandingan, The Seagulls menguasai jalannya laga, sementara Chelsea tampil jauh di bawah ekspektasi.
Pada babak pertama, Brighton langsung mengejutkan tamunya dengan gol cepat di menit ke-3. Berawal dari situasi sepak pojok, bola sapuan pemain Chelsea jatuh ke kaki Ferdi Kadioglu. Tembakannya yang sempat membentur Wesley Fofana tak mampu dihalau kiper Robert Sanchez.
Chelsea nyaris kembali kebobolan di menit ke-18 akibat blunder fatal Sanchez yang salah mengoper bola di area sendiri. Beruntung, Trevoh Chalobah sigap menyapu bola tepat di garis gawang dan menyelamatkan timnya dari kebobolan kedua lebih awal.
Sepanjang babak pertama, lini serang Chelsea tampil tumpul. Mereka bahkan gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran, menunjukkan minimnya ancaman ke gawang Brighton.
Memasuki babak kedua, pelatih Chelsea Liam Rosenior mencoba mengubah pendekatan dengan mengganti formasi menjadi empat bek dan memasukkan Alejandro Garnacho. Perubahan ini sempat memberi sedikit energi baru, namun belum mampu membuahkan hasil.
Alih-alih menyamakan kedudukan, Chelsea justru kembali kebobolan pada menit ke-56. Brighton memanfaatkan kehilangan bola di lini tengah untuk melancarkan serangan balik cepat yang diakhiri dengan gol Jack Hinshelwood, usai menerima umpan dari Georginio Rutter.
Chelsea yang tertinggal dua gol terlihat kehilangan arah permainan. Kondisi ini dimanfaatkan Brighton untuk terus menekan hingga akhirnya mencetak gol ketiga di masa injury time melalui Danny Welbeck, memastikan kemenangan 3-0 bagi tuan rumah.
Secara statistik, Brighton memang tampil jauh lebih unggul. Mereka mencatatkan expected goals (xG) sebesar 2,17, berbanding jauh dengan Chelsea yang hanya 0,38. Bahkan, Chelsea mengakhiri laga tanpa satu pun tembakan tepat sasaran.
Kekalahan ini juga mencatatkan rekor buruk bagi Chelsea. Mereka kini menelan lima kekalahan beruntun di Liga Inggris tanpa mencetak gol, sebuah catatan terburuk klub sejak tahun 1912.
Manajer Chelsea, Liam Rosenior, menyebut performa timnya sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima, sekaligus menjadi sorotan tajam atas performa The Blues musim ini.












