Ragom.id – PSIM Yogyakarta berhasil menahan imbang Persija Jakarta dengan skor 1-1 dalam laga yang berlangsung sengit. Meski didominasi sepanjang pertandingan, Persija gagal memaksimalkan banyaknya peluang yang mereka ciptakan.
Secara statistik, Persija tampil jauh lebih unggul dengan penguasaan bola mencapai 68 persen, berbanding 32 persen milik PSIM. Tim berjuluk Macan Kemayoran itu juga melepaskan 19 tembakan dengan 9 di antaranya tepat sasaran. Sementara PSIM hanya mampu mencatatkan 2 tembakan dan 1 tepat sasaran, namun efektif berbuah gol.
PSIM membuka keunggulan cepat pada menit ke-3 melalui skema serangan balik. Berawal dari keberhasilan Deri Corfe memotong bola, serangan cepat dibangun hingga Savio Sheva memberikan umpan matang yang diselesaikan Pulga Vidal menjadi gol.
Persija kemudian menyamakan kedudukan pada menit ke-19 melalui titik putih. Allano Brendon yang menjadi eksekutor sukses menjalankan tugasnya setelah Donny Warmerdam melakukan pelanggaran di kotak penalti.
Drama berlanjut saat Persija kembali mendapat hadiah penalti di menit ke-41 akibat pelanggaran Yusaku Yamadera. Namun, peluang emas itu gagal dimanfaatkan setelah eksekusi Maxwell Souza berhasil ditepis kiper PSIM, Cahya Supriadi.
Pada babak kedua, Persija sempat kembali mendapatkan penalti ketiga. Namun keputusan wasit dianulir melalui tinjauan VAR karena adanya posisi offside sebelum pelanggaran terjadi.
Meski terus menekan hingga akhir pertandingan, termasuk peluang dari Gustavo Almeida, Persija tetap gagal menambah gol. Lemahnya penyelesaian akhir menjadi kendala utama tim asuhan Mauricio Souza.
Di sisi lain, PSIM tampil disiplin dengan strategi bertahan dan mengandalkan serangan balik. Penampilan gemilang Cahya Supriadi di bawah mistar menjadi kunci keberhasilan timnya mengamankan satu poin dari tekanan Persija.
Hasil ini membuat PSIM tetap bertahan dari gempuran tim tamu, sementara Persija harus puas berbagi angka meski tampil dominan sepanjang laga.






