PT KAI Klarifikasi Aliran Residu BBM, Bukan Kebocoran Limbah

Ragom.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional IV Tanjungkarang memberikan klarifikasi terkait laporan warga mengenai aliran cairan yang diduga sebagai limbah BBM ke permukiman di kawasan Kampung Sawah.

Manajer Humas PT KAI Divre IV Tanjungkarang, Azhar Zaki Assjari, menjelaskan bahwa kejadian tersebut bukan disebabkan oleh kebocoran instalasi pengolahan air limbah atau IPAL.

Menurutnya, aliran cairan tersebut berasal dari endapan residu BBM lama yang berada di permukaan tanah area depo lokomotif, yang kemudian terbawa aliran air hujan dengan intensitas tinggi.

“Kondisi kemarin itu terjadi dikarenakan derasnya debit air yang datang dari derasnya air hujan yang melanda Kota Bandar Lampung beberapa hari terakhir ini,” jelas Zaki.

Ia menegaskan bahwa fasilitas IPAL milik PT KAI dalam kondisi tertutup dan dilakukan pengurasan secara rutin, bahkan bisa mencapai dua hingga tiga kali dalam sepekan jika diperlukan.

Selain itu, PT KAI juga telah bekerja sama dengan pihak ketiga dalam pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) guna memastikan pengelolaan berjalan sesuai prosedur.

Sebagai langkah antisipasi, PT KAI saat ini tengah melakukan mitigasi risiko dengan memperkuat sistem drainase serta melakukan pengurasan di area depo Tanjungkarang.

Langkah ini diharapkan dapat mencegah potensi aliran residu kembali menuju permukiman warga, khususnya saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed