Ragom.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung menyiagakan empat unit mobil tangki air untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, khususnya di wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandar Lampung, Idham Basyar, mengatakan pihaknya telah menyiapkan personel yang bersiaga selama 24 jam guna merespons permintaan bantuan air bersih dari masyarakat.
Menurut Idham, pelayanan distribusi air bersih menerima laporan dan permohonan dari masyarakat hingga pukul 20.00 WIB setiap harinya. Permintaan yang masuk setelah jam tersebut akan dijadwalkan untuk dilayani pada hari berikutnya.
“Kami menerima atensi atau laporan masyarakat sampai pukul delapan malam. Kalau lebih dari itu, biasanya akan kami tindak lanjuti keesokan harinya,” kata Idham, Selasa (2/6/2026).
Warga Bisa Ajukan Permohonan Langsung
BPBD memberikan kemudahan bagi masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih. Permohonan dapat disampaikan melalui aparatur kelurahan maupun langsung kepada BPBD Kota Bandar Lampung.
“Lewat pamong setempat bisa, atau langsung ke BPBD juga bisa. Nanti akan kami layani sesuai kebutuhan di lapangan,” ujarnya.
Setelah menerima laporan, armada tangki air akan langsung dikirim menuju lokasi warga yang membutuhkan. Distribusi air dilakukan langsung ke titik terdampak dan tidak harus terpusat di kantor kelurahan maupun kecamatan.
Antisipasi Wilayah Rawan Kekeringan
Idham menjelaskan, sejumlah wilayah seperti Kecamatan Sukabumi, Panjang, dan Kemiling selama ini kerap menjadi daerah yang membutuhkan suplai air bersih saat musim kemarau atau ketika terjadi gangguan distribusi dari PDAM.
Meski kondisi kemarau tahun ini belum menunjukkan dampak yang signifikan, BPBD tetap melakukan langkah antisipasi untuk memastikan kebutuhan air masyarakat dapat terpenuhi apabila terjadi kekeringan atau gangguan layanan air bersih.
Selain mengoperasikan armada tangki air, BPBD juga berencana mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas ground tank atau penampungan air yang telah tersedia di sejumlah kecamatan.
“Kami akan mencoba memaksimalkan penggunaan ground tank yang sudah ada agar pelayanan distribusi air bersih kepada masyarakat bisa lebih efektif,” jelas Idham.
BPBD Kota Bandar Lampung mengimbau masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk segera melapor agar bantuan dapat segera disalurkan dan kebutuhan air warga tetap terpenuhi.






