Ragom.id – Hujan deras yang mengguyur Kota Bandar Lampung mengakibatkan tanah longsor di Jalan Nusa Indah, RT 015 Lingkungan 02, Kelurahan Bumi Raya, Kecamatan Bumi Waras, Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 10.10 WIB.
Peristiwa tersebut terjadi akibat tingginya curah hujan yang menyebabkan tanah dan tembok penahan mengalami pengikisan hingga akhirnya roboh. Material longsoran kemudian menghantam sejumlah rumah warga yang berada di sekitar lokasi.
Berdasarkan data petugas di lapangan, sedikitnya empat rumah warga mengalami kerusakan berat akibat kejadian tersebut.
Rumah milik Amin Haidir yang dihuni 2 kepala keluarga (KK) dengan 7 jiwa mengalami kerusakan berat pada bagian dapur dan kamar. Kemudian rumah milik Junaidi yang dihuni 1 KK dengan 4 jiwa juga mengalami kerusakan berat pada bagian dapur dan kamar.
Sementara itu, rumah milik Jannah yang dihuni 1 KK dengan 2 jiwa mengalami kerusakan berat pada bagian dapur. Sedangkan rumah milik Asariah yang dihuni 1 KK dengan 3 jiwa mengalami kerusakan berat pada bagian teras rumah dan kamar.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian material diperkirakan cukup besar akibat kerusakan yang terjadi pada sejumlah bangunan rumah warga.
Mendapat laporan kejadian, tim gabungan dari BPBD Kota Bandar Lampung, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), Satpol PP, Dinas Pekerjaan Umum, serta Dinas Lingkungan Hidup langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat, pembersihan material longsor, serta pendataan dampak bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandar Lampung, Idham Basyar, mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah perbukitan, lereng, dan kawasan rawan longsor, agar meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan.
Menurut Idham, curah hujan yang tinggi dapat memicu pergerakan tanah, terutama di lokasi yang memiliki struktur tanah labil atau berada di dekat tebing dan talud yang kondisinya sudah mengalami kerusakan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi longsor, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi dalam waktu yang cukup lama. Jika ditemukan retakan tanah, kemiringan tembok penahan, atau tanda-tanda pergerakan tanah lainnya, segera laporkan kepada aparat setempat atau BPBD agar dapat segera ditindaklanjuti,” ujar Idham.
Ia juga meminta warga untuk tidak mengabaikan kondisi saluran drainase dan talud di sekitar lingkungan tempat tinggal karena dapat menjadi faktor pemicu terjadinya longsor saat hujan deras.
“Langkah pencegahan sangat penting. Pastikan saluran air berfungsi dengan baik dan segera lakukan perbaikan apabila terdapat kerusakan pada talud atau tembok penahan tanah untuk mengurangi risiko bencana,” tambahnya.
BPBD Kota Bandar Lampung memastikan akan terus melakukan pemantauan terhadap wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak bencana hidrometeorologi serta siap memberikan respons cepat apabila terjadi kejadian darurat di tengah masyarakat.








