Ragom.id – Pemerintah Kota Bandar Lampung menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS). Pendataan ini dinilai menjadi langkah strategis untuk memastikan pembangunan ekonomi daerah disusun berdasarkan data yang akurat, objektif, dan dapat dipercaya.
Dalam sambutannya, Pemerintah Kota Bandar Lampung menegaskan bahwa pembangunan di era saat ini tidak lagi dapat mengandalkan perkiraan semata, tetapi harus berbasis data dan bukti (development driven by data and evidence). Melalui Sensus Ekonomi 2026, pemerintah akan memperoleh gambaran mengenai pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, perkembangan sektor usaha, kondisi dunia usaha, ketenagakerjaan, hingga tantangan yang dihadapi pelaku usaha dan masyarakat.
“Hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi pijakan penting bagi Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam meningkatkan investasi, mendorong pertumbuhan industri, mengembangkan UMKM, menciptakan lapangan kerja, memperkuat hilirisasi, serta mempercepat transformasi ekonomi daerah,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.
Pemerintah menilai Bandar Lampung memiliki potensi besar di berbagai sektor, seperti pertanian, industri pengolahan, perdagangan, logistik, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Meski demikian, masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi, di antaranya meningkatkan nilai tambah produk, memperkuat daya saing usaha, memperluas kesempatan kerja formal, serta memastikan pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
Karena itu, Sensus Ekonomi 2026 dipandang bukan sekadar kegiatan pendataan, melainkan investasi informasi untuk mendukung pembangunan Kota Bandar Lampung di masa depan.
Dalam pelaksanaannya, BPS Kota Bandar Lampung menurunkan sebanyak 697 petugas sensus yang merupakan warga Kota Bandar Lampung dari berbagai latar belakang profesi. Mereka akan melakukan pendataan terhadap 421.380 muatan keluarga dan pelaku usaha yang menjadi target Sensus Ekonomi 2026.
Pemerintah Kota Bandar Lampung juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), camat, serta jajaran pemerintah hingga tingkat lingkungan untuk turut menyukseskan kegiatan tersebut melalui sosialisasi kepada masyarakat.
Selain itu, masyarakat diimbau menerima kedatangan petugas sensus dan memberikan informasi yang sesuai dengan kondisi sebenarnya saat pendataan berlangsung.
Pemerintah menegaskan keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 bukan hanya menjadi tanggung jawab BPS, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, hingga masyarakat.
“Dengan kolaborasi seluruh pihak, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Bandar Lampung diharapkan berjalan sukses. Sebab, satu data yang akurat hari ini akan menentukan kualitas pembangunan di masa depan,” tutup sambutan tersebut.










