Ragom.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung kembali menyalurkan bantuan sosial kepada warga yang membutuhkan. Bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat yang menjalani pengobatan serta warga yang terdampak berbagai bencana, seperti kebakaran, banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan bantuan yang disalurkan merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah untuk membantu meringankan beban masyarakat.
Untuk bantuan transportasi pengobatan, Pemkot Bandar Lampung memberikan bantuan sebesar Rp10 juta bagi warga yang menjalani perawatan di dalam kota dan Rp20 juta bagi warga yang harus berobat ke luar daerah.
“Untuk bantuan bencana nominalnya bervariasi. Ada yang Rp1 juta, Rp2 juta, bahkan ada yang lebih dari Rp10 juta. Harapan kita, dengan bantuan dari Pemkot Bandar Lampung ini insyaallah dapat meringankan beban masyarakat,” ujar Eva Dwiana.
Salah satu penerima bantuan pengobatan adalah Ika Kartika, ibu dari balita yang mengidap atresia ani, yaitu kelainan bawaan lahir di mana bayi tidak memiliki lubang anus.
Ika menerima bantuan sebesar Rp10 juta untuk mendukung biaya pengobatan anaknya di Bandar Lampung. Selain itu, Wali Kota juga memberikan bantuan berupa kereta dorong bayi (stroller).
“Alhamdulillah, senang sekali dibantu. Harapannya Bunda Eva sukses terus ke depannya supaya bisa membantu lebih banyak warga lagi,” ujar Ika.
Sementara itu, bantuan sosial kebencanaan disalurkan kepada warga yang terdampak berbagai musibah dalam beberapa waktu terakhir, mulai dari kebakaran rumah, banjir, tanah longsor hingga angin puting beliung.
Menanggapi adanya jeda waktu antara terjadinya musibah dan penyaluran bantuan, Eva menjelaskan bahwa proses tersebut harus melalui mekanisme administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kalau pemerintah, bantuan itu kan melalui proses. Kita mengikuti aturan dan undang-undang. Kita ingin memberikan kepada masyarakat dengan aman secara administrasi, insyaallah,” jelasnya.
Warga Diimbau Waspada Kebakaran
Dalam kesempatan yang sama, Eva Dwiana juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah cuaca panas yang melanda Bandar Lampung.
Ia meminta warga lebih berhati-hati dalam menggunakan instalasi listrik dan peralatan elektronik di rumah.
“Bunda mengimbau kepada masyarakat, kalau memang tidak digunakan, saklar atau peralatan listrik sebaiknya dimatikan atau dicabut. Karena itu yang banyak menjadi penyebab kebakaran,” katanya.
Untuk memperkuat upaya pencegahan, Eva menginstruksikan seluruh camat dan lurah agar aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah antisipasi kebakaran, khususnya di kawasan permukiman yang padat penduduk.
“Harapan kita semua, camat dan lurah terus mengingatkan masyarakat agar lebih waspada. Apalagi di lingkungan yang padat penduduk, kita tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.












