Ragom.id – Babak pertama final Piala Dunia FIFA 2026 antara Argentina dan Spanyol berlangsung sengit. Meski Spanyol mendominasi penguasaan bola hingga lebih dari 60 persen, pertahanan disiplin Argentina mampu menggagalkan setiap upaya La Roja untuk mencetak gol.
Spanyol tampil agresif sejak peluit awal dibunyikan. Tim asuhan Luis de la Fuente mengandalkan permainan umpan-umpan pendek dan penguasaan bola untuk membongkar lini belakang Argentina. Peluang terbaik sempat lahir melalui aksi bintang muda Lamine Yamal, namun belum mampu menaklukkan pertahanan Albiceleste.
Duet bek tengah Cristian Romero dan Lisandro Martinez tampil solid mengawal lini belakang Argentina. Organisasi pertahanan yang rapi membuat serangan kolektif Spanyol kerap menemui jalan buntu meski terus menekan sepanjang babak pertama.
Petaka menghampiri Argentina menjelang turun minum. Lisandro Martinez mengalami cedera pada kaki kanannya usai terlibat duel dan tidak dapat melanjutkan pertandingan. Pelatih Lionel Scaloni kemudian memasukkan Nicolas Otamendi untuk menggantikan bek Manchester United tersebut.
Masuknya Otamendi tidak mengurangi kekuatan lini pertahanan Argentina. Hingga wasit meniup peluit akhir babak pertama, Spanyol tetap gagal memanfaatkan dominasinya menjadi gol.
Skor 0-0 menutup 45 menit pertama. Spanyol masih unggul dalam penguasaan bola, sementara Argentina menunjukkan disiplin bertahan yang tinggi dan siap mengandalkan serangan balik pada babak kedua.






