Ragom.id — Kekeringan panjang melanda sejumlah wilayah di Kota Bandar Lampung. Sedikitnya empat kecamatan terdampak kondisi kekurangan air bersih setelah sumur warga mengalami kekeringan akibat musim kemarau.
Empat kecamatan tersebut yakni Kecamatan Sukabumi, Telukbetung Timur, Tanjung Karang Pusat, dan Panjang. Kondisi ini membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung terus melakukan pendistribusian air bersih secara rutin ke wilayah terdampak. Penyaluran dilakukan di sejumlah titik yang mengalami kekurangan air bersih.
Di Kecamatan Sukabumi, bantuan disalurkan kepada warga Kampung Batu Suluh, Kelurahan Way Laga. Di RT 17 LK II tercatat 52 KK atau 260 jiwa terdampak, sementara di RT 18 LK II terdapat 61 KK atau 201 jiwa yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Sementara itu, di Kecamatan Telukbetung Timur, distribusi dilakukan di Kelurahan Sukamaju, tepatnya di Jalan RE Martadinata dan Jalan Minak Panglima. Sedangkan di Kecamatan Tanjung Karang Pusat, BPBD menyalurkan air bersih ke Pondok Pesantren Daarul Mubtadiin Assuqwani, Kelurahan Kaliawi Persada, untuk memenuhi kebutuhan 30 santri.
Adapun di Kecamatan Panjang, kekeringan juga terjadi di Kelurahan Punduh Pidada. Wilayah tersebut menjadi salah satu kawasan yang terdampak kekurangan air bersih akibat musim kemarau berkepanjangan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandar Lampung Idham Basyar mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan menghemat persediaan air selama musim kemarau. Warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih juga diminta segera melapor kepada aparatur kelurahan atau BPBD agar dapat ditindaklanjuti.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air bersih dan tidak menggunakan air secara berlebihan. Bagi warga yang mengalami kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih, silakan berkoordinasi dengan kelurahan atau BPBD agar dapat kami bantu melalui pendistribusian air bersih,” ujar Idham.
BPBD Kota Bandar Lampung memastikan distribusi air bersih akan terus dilakukan selama kondisi kekeringan masih berlangsung. Penyaluran dilakukan sebagai bentuk respons pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus meringankan dampak musim kemarau.








