Ragom.id — Debu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dilaporkan mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kota Bandar Lampung.
Dampak debu vulkanik tersebut dirasakan sejumlah pengendara kendaraan bermotor, terutama di beberapa ruas jalan mulai dari wilayah Tanjung Senang hingga Sukarame. Abu atau debu terlihat menempel pada kaca kendaraan, sementara sejumlah pengendara juga mengaku merasakan debu mengenai mata saat berkendara.
Kondisi serupa juga disampaikan sejumlah warga melalui media sosial. Beberapa warga yang berada di wilayah pesisir Bandar Lampung mengaku merasakan dampak debu vulkanik yang cukup signifikan.
Sejumlah warga melaporkan adanya debu yang menempel pada kendaraan maupun permukaan di sekitar rumah. Kondisi tersebut menjadi perhatian masyarakat, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan.
Erupsi Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda diketahui dapat membawa material abu vulkanik terbawa angin ke wilayah tertentu, tergantung arah dan kecepatan angin.
Masyarakat Bandar Lampung diimbau meningkatkan kewaspadaan, khususnya pengguna kendaraan bermotor yang melintas di wilayah terdampak. Pengendara dapat menggunakan masker dan pelindung mata untuk mengurangi paparan debu vulkanik.
Warga juga diminta mengikuti informasi dan imbauan resmi dari pihak berwenang terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau serta potensi sebaran abu vulkanik.
Kondisi sebaran debu vulkanik di Bandar Lampung masih perlu dipantau karena arah pergerakannya dapat berubah mengikuti kondisi angin.












