Ragom.id, BANDAR LAMPUNG – Dampak kekeringan di Kota Bandar Lampung semakin meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sedikitnya delapan kecamatan mulai membutuhkan bantuan suplai air bersih akibat berkurangnya ketersediaan air selama musim kemarau.
Delapan kecamatan tersebut meliputi Sukabumi, Teluk Betung Timur, Bumi Waras, Kedaton, Tanjung Karang Pusat, Sukarame, Tanjung Karang Barat, dan Panjang.
BPBD Bandar Lampung kini rutin melakukan pendistribusian air bersih ke sejumlah wilayah terdampak. Kecamatan Sukabumi dan Panjang menjadi dua wilayah yang paling sering menerima bantuan air bersih sejak awal musim kemarau.
Dalam sehari, BPBD dapat mengirimkan air bersih ke belasan titik yang membutuhkan. Setiap unit kendaraan suplai memiliki kapasitas sekitar 5.000 liter air dalam sekali pengiriman.
Distribusi dilakukan berdasarkan laporan kebutuhan masyarakat di lapangan. Petugas kemudian mengatur pengiriman ke titik-titik yang mengalami kesulitan mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih dapat menyampaikan permintaan melalui pamong setempat. Warga juga dapat datang langsung ke Kantor BPBD Bandar Lampung di wilayah Teluk Betung Utara untuk mengajukan permintaan suplai air.
BPBD mengimbau masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih agar segera melaporkan kondisi tersebut melalui aparat lingkungan. Laporan diperlukan agar pendistribusian air dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.
Meluasnya wilayah terdampak menjadi perhatian pemerintah kota, mengingat kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Distribusi air bersih diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari selama kondisi kekeringan masih berlangsung.












