RAGOM.ID, BANDAR LAMPUNG – Permintaan bantuan air bersih kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung meningkat sejak Agustus 2026 akibat dampak kekeringan yang dirasakan masyarakat.
Kepala BPBD Kota Bandar Lampung, Idham Basyar, mengatakan peningkatan permintaan paling signifikan terjadi di Kecamatan Sukabumi, Panjang, dan Teluk Betung Timur.
“Permintaan air bersih mulai meningkat sejak Agustus. Wilayah yang cukup signifikan permintaannya antara lain Kecamatan Sukabumi, Panjang, dan Teluk Betung Timur,” ujar Idham.
Selain akibat kekeringan, permintaan bantuan air bersih di wilayah lain umumnya disebabkan gangguan layanan PDAM atau kerusakan mesin sumur bor milik warga di kawasan perumahan.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, BPBD menyiapkan empat unit mobil suplai air bersih. Setiap kendaraan memiliki kapasitas angkut 5.000 liter dengan dukungan tiga personel.
Pada September 2026, BPBD menyalurkan sebanyak 316 ribu liter air bersih kepada masyarakat. Sementara pada Oktober, penyaluran tercatat mencapai 60 ribu liter.
Idham menjelaskan, pasokan air bersih untuk distribusi tersebut diperoleh melalui kerja sama dengan PDAM Kota Bandar Lampung.
“Untuk memenuhi kebutuhan warga, kami menyiapkan empat unit mobil suplai air bersih. Masing-masing mobil berkapasitas 5.000 liter dan didukung tiga personel,” katanya.
Ia menambahkan, penyaluran air bersih dilakukan untuk membantu warga yang mengalami kesulitan memperoleh air, baik karena kekeringan maupun gangguan pada sumber air di lingkungan tempat tinggal.
BPBD terus melakukan penyaluran sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak agar warga tetap mendapatkan akses air bersih selama kondisi kekeringan berlangsung.






