Dua Kebakaran Lahan Alang-alang Terjadi di Bandar Lampung, Diduga Akibat Pembakaran Sampah

Ragom.id, Bandar Lampung – Dua kebakaran lahan alang-alang terjadi di wilayah Kota Bandar Lampung pada Senin, 19 Oktober 2026. Kebakaran di Kecamatan Teluk Betung Utara dan Teluk Betung Barat tersebut diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah yang ditinggalkan saat kondisi angin kencang.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung menerima laporan pertama pada pukul 10.46 WIB terkait kebakaran lahan di Jalan DR. Ciptomangunkusumo, RT 37, Lingkungan 2, Kelurahan Kupang Teba, Kecamatan Teluk Betung Utara.

Petugas mengerahkan dua unit mobil pemadam dari Pos Siaga Teluk Betung Selatan dan Pos Siaga Bumi Waras. Kedua unit tiba di lokasi masing-masing pada pukul 10.51 WIB dan 10.52 WIB. Proses pemadaman selesai sekitar pukul 12.00 WIB.

Lahan alang-alang yang terbakar diperkirakan berukuran 20 x 30 meter persegi. Berdasarkan keterangan warga setempat, api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang ditinggalkan. Angin kencang membuat api cepat membesar dan merambat ke area lahan di sekitarnya.

Kebakaran kedua terjadi di Jalan Wan Abdurahman, RT 01, Lingkungan 02, Kelurahan Batu Putu, Kecamatan Teluk Betung Barat. Laporan diterima petugas pada pukul 10.51 WIB.

Damkarmat mengerahkan dua unit kendaraan, yakni satu unit mobil pemadam dari Pos Siaga Kemiling dan satu unit kendaraan dari Mako Tendean. Petugas tiba di lokasi pada pukul 10.56 WIB dan 10.57 WIB. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 11.50 WIB.

Luas lahan alang-alang yang terbakar di Batu Putu diperkirakan mencapai 600 meter persegi. Seperti kejadian di Kupang Teba, kebakaran ini juga diduga berawal dari pembakaran sampah yang ditinggalkan ketika angin bertiup kencang.

Dalam penanganan kedua kejadian tersebut, masing-masing melibatkan delapan personel. Petugas menghabiskan dua tangki air untuk memadamkan api di Kupang Teba dan satu tangki air di Batu Putu.

Tidak ada laporan korban jiwa maupun kerugian yang tercatat dalam kedua kejadian tersebut. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Masyarakat diimbau tidak membakar sampah sembarangan, terlebih saat angin kencang dan kondisi lahan kering. Api yang ditinggalkan tanpa pengawasan berisiko merambat ke vegetasi di sekitarnya dan memicu kebakaran yang lebih luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed