Ragom.id, Bandar Lampung – Kecamatan Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung, terus melakukan revitalisasi drainase di sejumlah titik untuk mengantisipasi potensi banjir, terutama saat musim hujan.
Camat Tanjung Karang Barat, Carl Arlyn Akbar, mengatakan revitalisasi drainase tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana dalam upaya mengurangi risiko genangan air di wilayahnya.
“Sesuai dengan instruksi Wali Kota Eva Dwiana, kami dari Kecamatan Tanjung Karang Barat melakukan revitalisasi drainase untuk mencegah banjir,” kata Carl.
Salah satu pekerjaan yang telah rampung berada di Jalan Pubian, Kelurahan Susunan Baru, dengan panjang saluran mencapai 20 meter. Drainase tersebut memiliki lebar 40 sentimeter dan kedalaman 60 sentimeter.
Sementara itu, pengerjaan masih berlangsung di dua lokasi lainnya, yakni Jalan Jeruk Purut sepanjang 239 meter dan Jalan Bakti Utama sepanjang 88 meter.
Selain membenahi saluran drainase, pihak kecamatan juga melakukan pemeliharaan aliran kali melalui pengerukan sedimen dan pengangkatan sampah secara berkala. Kegiatan ini melibatkan aparatur kewilayahan untuk memastikan saluran air tetap berfungsi dengan baik.
Carl menyebut pemantauan dan pembersihan dilakukan bersama anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas), ketua RT, kepala lingkungan, serta lurah di wilayah Tanjung Karang Barat.
“Kami bersama Linmas, RT, Kepala Lingkungan, dan Lurah rutin memantau kondisi kali serta melakukan pengerukan sedimen dan sampah,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan, termasuk tidak membuang sampah sembarangan yang berpotensi menyumbat saluran air dan terbawa ke aliran kali.
Menurut Carl, upaya mengantisipasi banjir tidak cukup hanya dengan memperbaiki drainase, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
“Agar tidak ada sampah rumah tangga yang terbawa hanyut, kami juga mengajak masyarakat di Kecamatan Tanjung Karang Barat untuk peduli lingkungan yang dimulai dari membersihkan sampah di pekarangan rumah masing-masing,” pungkasnya.







