Ragom.id – Pemerintah Kota Bandar Lampung menggencarkan percepatan normalisasi sungai sebagai upaya menekan risiko banjir yang masih kerap terjadi di sejumlah wilayah.
Langkah ini dilakukan melalui kolaborasi lintas instansi bersama Kodim 0410, dengan melibatkan BPBD, DLH, Satpol PP, Dinas PU, kecamatan, kelurahan, linmas, hingga TNI dalam satuan tugas terpadu.
Dari pantauan Sabtu (18/4), normalisasi dilakukan sejak pagi dengan fokus pada pembersihan aliran sungai dan gorong-gorong yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana yang turun langsung ke lokasi menegaskan bahwa percepatan ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan respons atas persoalan banjir yang berulang. “Ini harus dikerjakan serius, supaya masyarakat tidak lagi terdampak saat hujan deras,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan tim di lapangan, tidak hanya saat cuaca ekstrem terjadi. “Satgas harus tetap siaga meskipun tidak hujan, karena bencana bisa datang kapan saja,” tegasnya.
Selain pembersihan, pemerintah kota mulai melakukan penataan konstruksi badan sungai di sejumlah titik sebagai bagian dari langkah penanganan yang lebih sistematis.
Upaya ini diarahkan untuk menciptakan solusi jangka panjang, mengingat banjir tidak hanya dipicu curah hujan, tetapi juga kondisi infrastruktur drainase yang belum optimal.
Pemkot memastikan normalisasi sungai tetap menjadi prioritas, terutama dalam mengatasi sedimentasi tebal di gorong-gorong yang selama ini menghambat aliran air. “Kita fokus pada titik-titik yang paling berdampak, agar penanganannya lebih efektif,” tutup Eva Dwiana.






