Ragom.id – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Bandar Lampung diwarnai aksi long march yang diikuti sejumlah organisasi buruh dan elemen masyarakat, Jumat siang. Massa memulai aksi dari Stasiun Tanjung Karang menuju Tugu Adipura sebagai titik mimbar bebas penyampaian aspirasi.
Peserta aksi tampak membawa spanduk, poster, dan bendera organisasi buruh sambil menyuarakan tuntutan terkait peningkatan kesejahteraan pekerja. Selain buruh, aksi juga diikuti mahasiswa, petani, hingga aktivis sosial yang menyatakan solidaritas terhadap perjuangan pekerja.
Perwakilan Konfederasi Serikat Nasional (KSN), Aldi, mengatakan peringatan May Day menjadi momentum bagi buruh untuk menyampaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan yang masih dihadapi pekerja saat ini.
Menurutnya, para pekerja masih membutuhkan perhatian serius terkait upah layak, kepastian status kerja, hingga perlindungan sosial yang merata bagi pekerja formal maupun informal.
“May Day bukan hanya seremonial tahunan, tetapi menjadi pengingat bahwa masih banyak persoalan buruh yang perlu diperjuangkan, terutama terkait kesejahteraan pekerja dan perlindungan hak-hak buruh,” ujar Aldi di sela aksi.
Dalam aksi tersebut, massa juga menyoroti kondisi pekerja informal dan pekerja gigs seperti kurir, pengemudi, tenaga pendidik, dan pekerja harian yang dinilai masih rentan terhadap ketidakpastian pendapatan dan minim perlindungan kerja.
Selain menyampaikan aspirasi, aksi long march berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian di sepanjang rute menuju Tugu Adipura. Arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan sempat mengalami perlambatan, namun situasi tetap berlangsung aman dan kondusif.
Massa berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kebijakan ketenagakerjaan yang dinilai berpihak pada kesejahteraan pekerja serta memastikan hak-hak buruh dapat terpenuhi secara adil.







