Ragom.id – Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Dinas Perdagangan terus melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok di sejumlah pasar tradisional serta Unit Pelaksana Teknis (UPT) pasar setiap hari.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Erwin, mengatakan terdapat kenaikan harga pada beberapa komoditas pangan, terutama bawang merah, cabai rawit merah, dan cabai rawit hijau.
Menurutnya, kenaikan harga tersebut dipengaruhi oleh terganggunya distribusi pasokan serta faktor cuaca yang menyebabkan proses panen di daerah sentra produksi mengalami hambatan.
“Beberapa komoditas memang mengalami kenaikan harga, khususnya bawang merah dan cabai. Hal ini dipengaruhi oleh distribusi pasokan dan kondisi cuaca yang berdampak pada masa panen di daerah penghasil,” ujar Erwin.
Meski demikian, Erwin memastikan stok bahan pangan di Kota Bandar Lampung dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Untuk menjaga pasokan, sejumlah komoditas didatangkan dari daerah penghasil, seperti bawang merah yang dipasok langsung dari Brebes, Jawa Tengah.
“Untuk ketersediaan stok masih aman. Kami terus berkoordinasi dengan distributor dan pemasok agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” katanya.
Selain memantau harga pangan, Pemerintah Kota Bandar Lampung bersama Pemerintah Provinsi Lampung dan Perum Bulog juga menggelar operasi pasar minyak goreng guna menjaga stabilitas harga di pasaran.
Dalam kegiatan tersebut, minyak goreng dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter sehingga masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.
Berikut jadwal pelaksanaan operasi pasar minyak goreng di sejumlah pasar tradisional di Kota Bandar Lampung:
Pasar Way Halim – 11 Juni 2026
Pasar Panjang – 17 Juni 2026
Pasar Gintung – 18 Juni 2026
Pasar Koga – 23 Juni 2026
Pasar Rajabasa – 25 Juni 2026
Pemerintah berharap operasi pasar tersebut dapat membantu masyarakat memperoleh minyak goreng sesuai HET sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di Kota Bandar Lampung.











