Ragom.id – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung mencatat sebanyak 123 kasus kebakaran terjadi di wilayah Kota Bandar Lampung sepanjang 1 Januari hingga 3 Juli 2026. Dari jumlah tersebut, mayoritas kebakaran dipicu oleh korsleting atau arus pendek listrik.
Kabid Pemadaman Dinas Damkarmat Kota Bandar Lampung, Irman Saputra, mengatakan sebanyak 84 kejadian atau sekitar 57 persen disebabkan oleh gangguan kelistrikan. Kebakaran terjadi di berbagai lokasi, mulai dari rumah tinggal, perkantoran, hingga fasilitas umum seperti tiang dan gardu listrik.
Menurut Irman, meski jumlah kasus akibat korsleting listrik mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, gangguan kelistrikan masih menjadi penyebab kebakaran yang paling dominan di Kota Bandar Lampung.
Ia menjelaskan, kasus kebakaran akibat kelistrikan cenderung meningkat pada musim penghujan, khususnya selama Januari hingga April 2026. Pada periode tersebut, Damkarmat dapat menangani satu hingga tiga kejadian kebakaran setiap hari.
“Sebagian besar dipicu percikan api pada tiang maupun gardu listrik setelah hujan turun,” ujar Irman.
Dalam penanganannya, Damkarmat selalu berkoordinasi dengan PLN sebelum proses pemadaman dilakukan. Pemutusan sementara aliran listrik menjadi langkah penting untuk menjamin keselamatan petugas maupun masyarakat di sekitar lokasi kejadian.
Sementara itu, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran akibat korsleting listrik dengan memastikan instalasi listrik di rumah tetap aman.
Irman mengingatkan masyarakat untuk melakukan pengecekan instalasi listrik secara berkala, menggunakan kabel dan peralatan berstandar SNI, mengganti kabel yang sudah usang atau rusak, serta mencabut peralatan elektronik setelah selesai digunakan.
Selain itu, saat rumah ditinggalkan dalam keadaan kosong, masyarakat juga diimbau mematikan atau mencabut aliran listrik yang tidak diperlukan guna menghindari risiko panas berlebih yang dapat memicu kebakaran.
Melalui langkah pencegahan dari masyarakat serta respons cepat petugas di lapangan, Damkarmat berharap angka kebakaran di Kota Bandar Lampung dapat terus ditekan pada paruh kedua tahun 2026.












