Ragom.id — Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Bandar Lampung mendorong media siber memperkuat peran dalam menangkal hoaks dan menjaga persatuan melalui penerapan jurnalisme yang profesional dan beretika.
Ketua SMSI Kota Bandar Lampung Jefri Arifin, S.I.Kom mengatakan, media siber menghadapi tantangan besar di tengah derasnya arus informasi di ruang digital.
Menurut Jefri, momentum Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober menjadi kesempatan untuk kembali memperkuat nilai-nilai Pancasila dalam ruang media massa.
“Kesaktian Pancasila kita wujudkan melalui keberanian menjaga kebenaran dan menolak hoaks,” ujar Jefri, Kamis (1/10/2026).
Ia menilai media siber harus menggunakan jurnalisme sebagai alat pemersatu, bukan menjadi sarana yang dapat memecah belah masyarakat.
Jefri menyebut perang informasi menjadi salah satu tantangan bangsa seiring berkembangnya ruang publik digital. Media siber dinilai memiliki peran strategis dalam menghadapi polarisasi, narasi kebencian, hingga manipulasi informasi.
“Setiap kata dan berita yang kita produksi harus berlandaskan semangat keadilan, keadaban, dan persatuan,” tegasnya.
Karena itu, Jefri meminta pengelola media siber dan jurnalis di Bandar Lampung terus meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Ia juga mengingatkan insan pers agar menjaga integritas dalam setiap karya jurnalistik yang dihasilkan. Menurutnya, jurnalisme yang sehat dan beretika merupakan salah satu kontribusi nyata insan pers dalam menjaga persatuan dan kedaulatan NKRI.
“Media siber harus menjadi penyalur edukasi yang menjernihkan, bukan memperkeruh situasi,” katanya.
Jefri mengajak insan pers menjadikan momentum Hari Kesaktian Pancasila sebagai pengingat untuk memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila.
Ia mendorong media membumikan nilai Pancasila melalui ruang redaksi dan karya jurnalistik yang dapat memberikan informasi sekaligus mencerdaskan masyarakat.
“Mari kita jadikan momentum 1 Oktober ini untuk meneguhkan kembali komitmen kita,” pungkas Jefri.






